Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
tempoterkini.online tempoterkini.online tempoterkini.online
tempoterkini.online tempoterkini.online tempoterkini.online
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Daerah
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Daerah
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
tempoterkini.online tempoterkini.online tempoterkini.online
tempoterkini.online tempoterkini.online tempoterkini.online
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Daerah
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Daerah
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Home/Uncategorized/Dugaan Bisnis ilegal Penggunaan lahan Pemprov DKI  Jalan raya Menceng Objek cari keuntungan.
Uncategorized

Dugaan Bisnis ilegal Penggunaan lahan Pemprov DKI  Jalan raya Menceng Objek cari keuntungan.

By admin
April 22, 2026 4 Min Read
0

JAKARTA BARAT,TEMPOTERKINI.ONLINE – Dugaan bisnis ilegal penggunaan lahan mencuat dan menjadi perhatian publik pada April 2026. Praktik yang diduga melibatkan oknum tertentu ini disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dengan modus penyewaan lahan negara kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) .

serta penggunaan listrik diduga secara ilegal.Masyarakat mempertanyakan sikap aparat wilayah mulai dari lurah hingga wali kota yang dinilai belum memberikan tindakan tegas.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dan pantauan langsung di lapangan yang menunjukkan adanya aktivitas komersial di atas aset negara. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi kerugian negara dan lemahnya pengawasan. Publik pun kini menunggu langkah nyata dari pemerintah setempat.

Dugaan penyalahgunaan lahan Pemprov DKI di Jalan Raya Menceng menjadi isu yang berkembang cepat di tengah masyarakat. Lahan yang sebelumnya direncanakan untuk kepentingan umum justru diduga berubah fungsi menjadi area komersial tidak resmi. Aktivitas tersebut terlihat dari banyaknya lapak PKL yang berdiri di atas lahan tersebut.Yang menjadi sorotan, para pedagang diduga tidak menempati lahan tersebut secara gratis.

Mereka disebut-sebut harus membayar sejumlah uang kepada oknum tertentu sebagai biaya sewa. Nilainya bahkan disebut cukup besar untuk ukuran usaha kecil.Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin aset negara dapat dimanfaatkan secara bebas tanpa mekanisme resmi? Pertanyaan inilah yang kini menjadi perhatian publik dan terus bergulir.Lebih jauh, dugaan tidak hanya berhenti pada praktik sewa menyewa. Ada indikasi penggunaan fasilitas listrik milik negara yang dipakai tanpa prosedur resmi. Jika benar, praktik ini bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga berpotensi pidana.Awalnya, lahan di sepanjang Jalan Raya Menceng diketahui masuk dalam rencana pelebaran jalan oleh Pemprov DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Programtersebut bertujuan untuk meningkatkan akses dan kepentingan publik.Namun, setelah masa kepemimpinan berakhir, rencana tersebut tidak berlanjut. Lahan yang sebelumnya dipersiapkan untuk proyek infrastruktur akhirnya terbengkalai tanpa kejelasan.Seiring waktu, muncul aktivitas pemanfaatan lahan oleh pihak-pihak tertentu. Lapak-lapak mulai berdiri, diikuti dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Di sinilah dugaan praktik ilegal mulai muncul.Menurut informasi yang berkembang, ada pihak yang diduga mengatur penggunaan lahan tersebut. Bahkan, muncul dugaan adanya intervensi terhadap kontrol sosial agar pemberitaan terkait kondisi ini dihentikan atau ditunda.Kondisi ini memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk menutup informasi. Publik pun semakin penasaran, ada apa sebenarnya di balik aktivitas di Jalan Raya Menceng?Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lama melihat aktivitas tersebut.“Sudah lama ada pedagang di situ, tapi katanya mereka bayar sewa. Kami juga heran, itu kan lahan pemerintah,” ujarnya.Sementara itu, seorang aktivis sosial di wilayah Kalideres menilai pemerintah harus segera turun tangan.“Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Kalau benar ada penyewaan lahan negara, itu harus diusut. Jangan sampai ada pembiaran,” tegasnya.Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Tegal Alur maupun Kecamatan Kalideres. Sikap bungkam ini justru semakin memicu spekulasi di tengah masyarakat.Aspek Hukum dan Dugaan PelanggaranJika dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum. Di antaranya terkait penguasaan aset negara tanpa izin, pungutan liar, hingga pencurian energi listrik.Selain itu, dugaan adanya intervensi terhadap kebebasan informasi juga menjadi perhatian serius. Hal ini dapat dikategorikan sebagai upaya menghalangi transparansi publik.Dalam konteks hukum, perbuatan tersebut dapat dijerat dengan pasal-pasal dalam KUHP maupun undang-undang terkait tindak pidana korupsi. Termasuk di dalamnya penyalahgunaan wewenang dan perbuatan yang merugikan keuangannegara.Namun demikian, semua dugaan ini tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi.Kasus dugaan bisnis ilegal lahan Pemprov DKI di Jalan Raya Menceng kini menjadi perhatian publik yang semakin luas. Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pemerintah.Kepedulian publik terhadap aset negara menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya transparansi. Ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang bersih.Di sisi lain, sikap diam dari pihak berwenang justru berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan. Publik menilai, keterbukaan informasi adalah kunci untuk meredam spekulasi.Apakah pemerintah akan segera bertindak? Pertanyaan ini masih menggantung dan menjadi perhatian banyak pihak.Dugaan praktik ilegal di lahan Pemprov DKI di Jalan Raya Menceng menjadi ujian bagi aparat pemerintah di tingkat lokal. Lurah, camat, hingga wali kota diharapkan tidak tinggal diam.Langkah investigasi, penertiban, dan transparansi menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. Jika terbukti, maka penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.Namun, jika tidak terbukti, klarifikasi resmi juga penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. Semua pihak diharapkan menghormati proses hukum dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.Kasus ini belum berakhir. Justru, publik kini menunggu babak berikutnya, apakah akan ada pengungkapan fakta baru, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan.***

Tim

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Dugaan Peredaran Obat Keras Daftar “G” Mengemuka, Dinilai Perlu Penindakan Tegas dari APH Setempat.

Next

Pindah Gerbong Wanita Dinilai Kosmetik, PDI-P Minta Perbaiki Sistem

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Harta Gibran Capai Rp27,9 Miliar: Transparansi yang Masih Menyisakan Tanda Tanya….
  • Harta Prabowo Capai Rp 2 Triliun, Transparansi yang Masih Menyisakan Tanda Tanya ..
  • Adela Gantikan Ayah di DPR: Warisan Kursi atau Kapabilitas?
  • Nadiem: Harta dari Gojek, Bukan Proyek Chromebook
  • Api Ludes Rumah di Sei Bamban: Cermin Kerentanan Pemukiman Pedesaan”SERDANG BEDAGAI

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Nasional
  • Uncategorized
Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • Harta Gibran Capai Rp27,9 Miliar: Transparansi yang Masih Menyisakan Tanda Tanya….
    by admin
    May 12, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Wali Kota dan Gubsu Tinjau SMA 5 Pematangsiantar, Bahas Sengketa Lahan dan Relokasi
    PEMATANGSIANTAR — Wali Kota dan Gubsu Tinjau SMA 5 Pematangsiantar,… Read more: Wali Kota dan Gubsu Tinjau SMA 5 Pematangsiantar, Bahas Sengketa Lahan dan Relokasi
  • Usulan Gerbong Wanita Tuai Kritik, Men PPPA Sampaikan Penyesalan
    JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah… Read more: Usulan Gerbong Wanita Tuai Kritik, Men PPPA Sampaikan Penyesalan
  • Travel to Make Your Child Happy
    Life is often defined by big milestones, but the real… Read more: Travel to Make Your Child Happy

Contact

Phone

+342348343

+348796543

Email

hi@blogsy.com

support@blogsy.com

Location

New York, USA

Copyright 2026 — Tempo Terkini. All rights reserved. Development By Sigma Creative Indonesia