Projo Bantah Klaim JK soal Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014

JAKARTA – Pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang menyebut Joko Widodo bisa menduduki kursi presiden karena peran dirinya, dinilai perlu diklarifikasi. Diduga ada upaya menyederhanakan proses kemenangan yang seharusnya dipahami sebagai hasil kehendak rakyat. Relawan Pro Joko Widodo (Projo) seolah-olah merasa perlu meluruskan pandangan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyampaikan bahwa pihaknya tetap memosisikan Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi dalam perjalanan demokrasi nasional. Namun demikian, sepertinya ada ketidaksetujuan atas pandangan yang menganggap peran satu pihak menjadi penentu utama kemenangan yang diraih. “Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam Pilpres 2014. Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia,” ujar Freddy dalam keterangannya, Ahad (19/4/2026). Ia menambahkan, sepertinya demokrasi yang kita jalankan tidak dapat dipahami sebagai hasil kerja atau peran satu orang semata. Diduga ada pandangan yang mengabaikan peran berbagai elemen yang terlibat dalam proses tersebut. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Jokowi kemungkinan besar tidak terlepas dari rekam jejak kepemimpinan yang dibangun dari bawah, kerja nyata yang ditunjukkan, serta kedekatan yang terjalin dengan masyarakat luas. Faktor-faktor tersebut diperkirakan menjadi alasan utama mengapa publik memberikan kepercayaan untuk memimpin bangsa ini. Selain itu, Freddy juga menyinggung kemungkinan adanya peran penting dari partai politik pengusung, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dalam perjalanan menuju kemenangan tersebut. Ia menyebut bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari organisasi relawan, partai politik, hingga partisipasi aktif masyarakat luas, kemungkinan besar menjadi pilar yang tidak dapat diabaikan dalam proses pemilihan yang berlangsung. “Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal berdiri untuk mengawal kepemimpinan rakyat, melihat bahwa dukungan relawan, partai politik seperti PDIP, serta partisipasi aktif masyarakat luas merupakan pilar penting dalam kemenangan tersebut,” jelasnya. Di akhir pernyataannya, Freddy mengajak seluruh pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat. Diduga ada kecenderungan untuk menyederhanakan proses demokrasi menjadi sesuatu yang bersifat personal, yang mana hal tersebut dinilai kurang tepat. Ia menekankan pentingnya memelihara semangat persatuan di tengah keberagaman yang ada dalam kehidupan berbangsa. “Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” tutupnya.
Red /NM